Monday, 11 April 2016

Pertumbuhan Ekonomi

1. Pertumbuhan Ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Atau definisi pertumbuhan ekonomi  yang lainnya adalah bertambahnya pendapatan nasional dalam periode tertentu misalnya dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi menunjukan peningkatan dari kapasitas produksi maupun jasa dalam kurun waktu tertentu.

2. Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika jumlah produksi barang dan jasanya meningkat. Istilah pertumbuhan secara umum adalah suatu ungkapan yang menggambarkan adanya tingkat perkembangan.

Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian jangka panjang dan menjadi kenyataan yang selalu dialami oleh suatu bangsa. Ditinjau dari sudut ekonomi, perkembangan ekonomi menimbukan dua efek penting, yaitu kemakmuran atau taraf hidup masyarakat meningkat dan penciptaan kesempatan kerja baru karena semakin bertambahnya jumlah penduduk.

Faktor- Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Mengapa suatu perekonomian dapat berkembang dengan cepat, tetapi terkadang tidak mengalami perkembangan? Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara, adakalanya bergerak dengan cepat, namun terkadang bergerak dengan lambat. Hal ini dikarenakan ada faktor-faktor yang memengaruhinya. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

  1. Barang Modal
Barang-barang modal adalah berbagai jenis barang yang digunakan untuk memproduksi output (barang dan jasa). Misalnya: mesin-mesin pabrik, peralatan pertukangan, dan sebagainya.

  1. Teknologi
Selain barang-barang modal, teknologi juga berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi. Kemajuan ekonomi diberbagai negara terutama ditimbulkan oleh kemajuan teknologi.

  1. Tenaga Kerja
Hingga saat ini, khususnya di negara yang sedang berkembang, tenaga kerja masih merupakan faktor produksi yang dominan. Penduduk yang banyak akan memperbesar jumlah tenaga kerja. Penambahan tenaga kerja ini memungkinkan suatu negara itu menambah jumlah produksi. Dengan demikian akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

  1. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam, seperti tanah, iklim, hasil hutan, hasil tambang, dan lain-lain yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Sumber daya alam akan dapat mempermudah usaha untuk membangun perekonomian suatu negara.

  1. Manajemen
Perekonomian dalam suatu negara akan berkembang pesat apabila dikelola dengan baik. Sistem pengelolaan inilah yang dinamakan manajemen. Seperti halnya bangsa Indonesia, memiliki potensi sumber daya alam yang beragam dan melimpah serta jumlah penduduk yang besar, apabila potensi yang ada dikelola dengan baik maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

  1. Kewirausahaan
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah seseorang yang mampu dan berani untuk mengambil risiko dalam melakukan suatu usaha guna memperoleh keuntungan. Peranan wirausahawan dalam memajukan perekonomian telah terbukti dari masa ke masa. Wirausahawan dalam melakukan investasi akan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan output nasional, dan meningkatkan penerimaan negara berupa pajak.

  1. Informasi
Salah satu syarat agar pasar berfungsi sebagai alat alokasi sumber daya ekonomi yang efisien adalah adanya informasi yang sempurna dan seimbang. Informasi sangat menunjang pertumbuhan ekonomi karena pelaku-pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan cepat.

3. Pengertian pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata penduduk, oleh sebab itu untuk memperoleh pendapatan perkapita pada suatu tahun, yang harus dilakukan adalah membagi pendapatan nasional pada tahun itu dengan jumlah penduduk pada tahun yang sama.
Pendapatan perkapita juga sering digunakan sebagai indikator pembangunan suatu negara untuk membedakan tingkat kemajuan ekonomi antara negara-negara maju dengan negara sedang berkembang. Dengan kata lain selain pendapatan per kapita bisa memberikan gambaran tentang laju pertumbuhan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara juga dapat menggambarkan perubahan corak perbedaan tingkat kesejahteraan masyarakat yang sudah terjadi diantara berbagai negara.

Pertumbuhan ekonomi menjadi acuan kemakmuran masyarakat suatu negara, akibat pertambahan barang dan jasa yang diproduksi sebagai bentuk perkembangan dalam perekonomian. Pertumbuhan ekonomi mengarah pada standar hidup yang lebih tinggi. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Dimana menekan pada tiga aspek yaitu jumlah penduduk, output per kapita, dan jangka panjang. Dapat dikatakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi biasanya salah satu indikator kebehasilan pembangunan, dengan demikian makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat.

Hubungan pertumbuhan Ekonomi dengan Kesejahteraan Masyarakat yaitu apabila pertumbuhan ekonomi baik maka tingkat pendapatan masyarakat juga akan meningkat, selain itudari peningkatan pendapatan yang terjadi masyarakat akan mampu memenuhi kebutuhanhidupnya lebih baik hal ini menunjukan bahwa kesejahteraan dalam bentuk pendapatan masyarakat mulai meningkat, apabila pendapatan masyarakat meningkat dan pengangguran berkurang otomatis tindak kriminal akan berkurang dan semakin membaik, aksi demonstrasi akibat ke tidak puasan akan kebijakan yang ada pun akan menurun apabila mereka menikmati hasil yang mereka kerjakan bisa sebanding dengan penghasilan yang mereka terima


sumber :
http://www.zonasiswa.com/2014/12/pertumbuhan-ekonomi-economic-growth.html
https://firanitustita.wordpress.com/2015/05/09/pertumbuhan-dan-pembangunan-ekonomi/
https://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi 
 




Wednesday, 16 March 2016

Arti Dari Pertumbuhan Ekonomi, Pemerataan Pembangunan, Pembangunan

Nama  : Affaf Yaqutul
Kelas  : 1eb07
NPM  : 26215289



Pertumbuhan Ekonomi adalah sebagi suatu ukuran Kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu
apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Sudono Sukirno,2006 : 9).

Pembangunan Ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi ditambah dengan
perubahan, artinya ada tidaknya pembangunan ekonomi da
lam suatu Negara pada suatu tahun tertentu tidak saja diukur dari kenaikan produksi barang dan jasa yang berlaku dari tahun ke tahun, tetapi juga perlu diukur dari perubahan lainnya yang
berlaku dalam berbagai aspek kegiatan ekonomi seperti perkembangan
pendidikan,perkembangan teknologi, peningkatan dalam kesehatan, peningkatan
dalam infrastruktur yang tersedia (Sudono Sukirno 2006 : 10).

Todaro (1985) mengutip dua pendapat dari dua orang tokoh yang berbeda latar belakangnya, namun apa yang mereka kemukakan mempunyai kemiripan yang mendasar, dan tampak bahwa kenyataannya banyak berlaku di beberapa bagian negara kita dewasa ini. Kedua tokoh tersebut adalah Adam Smith, seorang ekonom dan Pope John Paul II seorang negarawan dari Brazil. Adam Smith mengemukakan bahwa tidak ada masyarakat yang dapat maju dan berbahagia di tengah-tengah sebagian besar penduduknya yang berada dalam keadaan miskin yang menyedihkan. Sedangkan Pope John Paul II menyatakan bahwa sebuah masyarakat yang tidak adil secara sosial dan tidak bermaksud untuk memperbaikinya, masa depannya berada dalam keadaan bahaya


Sumber :

Suatu Negara Dikatakan Negara Maju, Negara Berkembang, Negara Miskin



Nama  : Affaf Yaqutul
Kelas  : 1eb07
NPM  : 26215289

Suatu Negara memiliki kondisi ekonomi yang berbeda – beda ada yang masih tergantung oleh Negara lain, ada yang sebatas untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, dan ada yang telah mampu memenuhi kebutuhannya dan membantu Negara lain
Negara maju adalah negara-negara industri yang sudah mampu/berhasil dalam berbagai bidang. Corak dari negara-negara ini adalah negara dengan corak ekonomi pasar. Beberapa negara yang tergolong dalam negara ini adalah: Amerika Serikat,
negara-negara di Eropa Barat, Jepang, dan Korea Selatan.
Negara berkembang atau sering disebut sebagai negara-negara dunia ketiga adalah negara-negara yang baru saja meraih kemerdekaan dari negara-negara maju. Beberapa
negara yang tergolong dalam negara ini adalah: negara-negara di Asia Tenggara (kecuali Singapura), negara-negara di Amerika Latin, Afrika, negara-negara di Eropa Timur
Negara miskin biasanya ditentukan berdasarkan perolehan GDP/PDB dari suatu Negara. Negara dikategorikan miskin jika mendapatkan nilai GDB/PDB dibawah yang telah ditetapkan oleh Bank Dunia (World Bank). GDP/PDB itu sendiri merupakan ukuran dari pendapatan rata-rata penduduk suatu Negara per harinya. Nilai ini dapat dijadikan sebagai indikator kemakmuran ekonomi dari suatu Negara. Menurut Bank Dunia, jika penduduk suatu Negara mendapatkan pendapatan dibawah US$ 2 per hari, maka Negara tersebut dikategorikan sebagai Negara miskin. Setiap tahunnya Bank Dunia melakukan monitoring terhadap gerak perkembangan GDP/PDB semua Negara di Dunia. Data yang di dapatkan itulah yang kemudian menjadi acuan untuk menentukan urutan/daftar dari Negara-negara miskin tersebut. Contoh Negara miskin 2016 adalah Madagaskar, Guinea, Eritrea, Mozambik, Nigeria, Burundi, Liberia, Malawi, Republik Demokratik Kongo, Republik Afrika Tengah.

Sumber ;

MEMPELAJARI PEREKONOMIAN INDONESIA


Nama  : Affaf Yaqutul
Kelas  : 1eb07
NPM  : 26215289


Indonesia yang berpenduduk lebih dari 20 juta orang membutuhkan berbagai barang, jasa, pangan. Namun dilain pihak kemampuan kita untuk berproduksi rendah. Oleh sebab itu pentingnya mempelajari perekonomian Indonesia dengan mempelajarinya kita dapat memahami cara atau system tingkah laku manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup agar mencapai kesejahteraan. Jika kita tidak mempelajarinya kita tidak akan tau cara untuk meningkatkan taraf hidup.
Dan di Negara kita masih terdapat permasalahan ekonomi seperti, pertumbuhan ekonomi, pengangguran, inflasi, kemiskinan, defisit anggaran pemerintah dan utang nasional, keuangan nasional. Untuk memperbaiki permasalahan tersebut kita harus memahami perekonomian indonesia
Sistem perekonomian yang diterapkan oleh Negara Indonesia adalah system perekonomian pancasila, Artinya system perekonomian yang dijalankan berpedoman pada pancasila. Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) merupakan sistem ekonomi yang digali dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia. Beberapa prinsip dasar yang ada dalam SEP tersebut antara lain berkaitan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan. Sebagaimana teori ekonomi Neoklasik yang dibangun atas dasar faham liberal dengan mengedepankan nilai individualisme dan kebebasan pasar, Sistem Ekonomi Pancasila juga dibangun atas dasar nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, yang bisa berasal dari nlai-nilai agama, kebudayaan, adat-istiadat, atau norma-norma, yang membentuk perilaku ekonomi masyarakat Indonesia.

Sumber :